Showing posts with label Food. Show all posts
Showing posts with label Food. Show all posts

June 23, 2015

Resep: Puding Alpukat Lapis Coklat

Marhaban Ya Ramadhan, bulan di mana resep-resep makanan takjil buka puasa bertebaran di dunia maya, hehe. Saya ingin berbagi resep takjil kemarin, bahannya dari apa yang sedang ada di dapur saja.

Bahan:
2 bungkus agar-agar (saya pakai merk Swall*w)
8 gelas air matang
gula pasir (sesuai selera manis masing-masing)
susu kental manis putih (sesuai selera manis masing-masing)
2 biji alpukat
45 gram coklat bubuk

Cara membuat:
1. Masak 2 bungkus agar-agar dengan 6 gelas air matang dan gula pasir sampai mendidih.
2. Puding alpukat: blender alpukat dengan 1 gelas air matang dan susu kental manis sampai halus.
3. Puding coklat: campurkan coklat bubuk dengan 1 gelas air matang panas agar tidak menggumpal.
4. Bagi agar-agar yang sudah mendidih menjadi 2 bagian dan campurkan masing-masing dengan alpukat dan coklat.
5. Tuang agar-agar ke dalam wadah dan buat lapisannya sesuai selera. Saya meletakkan wadah agar-agar ke dalam wadah lain berisi air dingin agar cepat mengeras. Selanjutnya saya menuangkan lapisan berikutnya dengan sendok makan agar tidak merusak lapisan di bawahnya.

April 01, 2014

Bonus on English Village? No, I prefer to call it Kampung Inggris. (March 10-23, 2014)

Bali House - The Signage

 Bali House - The Alleyway In

Ketan Susu (Rp. 2,500.00) - Ada menu ketan bubuk dan ketan campur juga. :)

Alun-alun Pare - Sate O2 alias Sate Bekicot
Sate O2 yang saya maksud adalah sate yang dibungkus dengan kertas, harganya Rp. 12,000.00/bungkus. Saya hanya beli setengahnya karena nggak yakin bisa menghabiskannya (tapi habis kok ternyata haha).

Surowono - Terowongan
Tiket masuk Rp. 1,000.00 dan tarif pemandu (min. 10 orang) Rp. 1,000.00/orang. Surowono ini dekat kok, hanya sekitar 5 km dari Kampung Inggris.

Surowono - Sendang Drajat

Yap, kolam ini adalah Sendang Drajat.

Surowono - Candi
Tarif masuknya sukarela saja.



Bromo - Gunung Penanjakan
Saya berangkat ke Bromo bersama teman-teman. Jumlahnya 15 orang dan iurannya Rp. 120,000.00/orang untuk transportasi, wisata Bromo dan makan pagi. Murah meriah alhamdulillah. :))

March 31, 2014

English Village? No, I prefer to call it Kampung Inggris. (March 10-23, 2014)

My Mas and I decided to take an IELTS course (or a preparation class for IELTS) in Kampung Inggris on the period of March 10, 2014. FYI, the courses usually begin at 10 and 25 every month. Yes, it lasts for only 2 weeks. Well, there are more than a hundred courses in Kampung Inggris including English, Arabic, Chinese etc. courses. So, how to choose where to study at? First, of course decide what is your purpose and what do you have to study about. After that, you can search what courses offer that and choose one.

We decided to take the course offered by Global English. The website was quite helpful. I applied online, transferred the required fee to their bank account and sent a confirmation via SMS. Easy, right? :)) Actually I planned to take a course for a month. But when I knew that all courses are only for 2 weeks (taking a course for a month means taking a course/courses twice), I decided to take the course for only a period, 2 weeks. Why? Because I just wanted to take one class, IELTS class. And somehow I just didn't want to repeat the same class. I also didn't want to take another class such as Speaking, Listening and Vocabulary classes etc. The fee was Rp. 500,000.00 for IELTS class (counted as 3 credits) and hostel for a period. Cheap? Yes you can say so. But, as we knew, ono rego ono rupo. Haha. The class was not well-equipped like the courses we might knew before. My class was a 4-sessions-per-day class, each session took 90 minutes, 7-10 am and 1-4 pm from Monday to Friday. We could freely study, take a stroll or travel to wherever on Saturday and Sunday.

These are some points about living in Kampung Inggris:
1. Bicycle. You can rent a bicycle if you want to, most students rent bicycle to go to their classes. The rental cost varies from Rp. 50,000.00 to Rp. 85,000.00 (not the precise range, hehe).
2. Eatery. Many. Low to middle priced. Oh, there are sooo many pentol sellers, you can find them almost everywhere. Haha. Want some recommendations for the eatery? :D
    a. Ketan Susu a.k.a. Tansu, near Daffodils. Rp. 2,500.00.
    b. An-Nur at Glagah St. near the bridge (you will know this bridge when you are already there). Rice and vegetable dishes cost around Rp. 3,500.00. :))
    c. Bali House 1  (after an alleyway across Saigon) & 2 (a.k.a. Roseville, also after an alleywall near Alaska), nice place and middle priced meal.
    d. Bu Tin, between Daffodils and Tansu. The roasted chicken is delicious, around Rp. 7,000.00.
    e. Wakapo. Quite good. Low priced.
Note: The meals are commonly cheap, but you may spend quite much on drinks/beverages. To save more, always bring your own fresh water to the class and eatery. :))

January 25, 2014

Finding Leleland alias Mangut Lele Mbah Marto (Jan 22, 2014)

Sebelumnya saya sudah beberapa kali mendengar dan membaca tentang warung makan ini, disebut juga Gudeg Pawon. Memang ada menu gudeg dan semua menunya disediakan di pawon (dapur). Kenapa saya tertarik? Karena saya membaca bahwa mangut lele ini adalah lele yang sudah diasap lalu dimasak dengan santan. Hmm saya teringat masakan di kampung Nenek saya, ikan sungai diasap lalu dimasak dengan santan, subhanallah sedapnya. Lezat dan wangi.

Hari Rabu lalu, saya menyempatkan waktu untuk mencari warung makan ini (lagi). Sebelumnya saya sudah pernah mencoba mencari tapi gagal, hahaha. Ketika itu saya tidak mencoba bertanya pada penduduk sekitar. Kena deh, malu bertanya sesat di jalan. Saya berbekal petunjuk arah yang saya dapat dari blog CemalCemil dan Backpakology. Nah, kenapa saya menulis post tentang mangut lele ini? Karena ternyata pada pencarian saya yang kedua, saya tetap belum bisa menemukan warung ini. Haha. Akhirnya saya bertanya pada seorang ibu yang sedang berjalan ke arah kami. Beliau dengan baik hati menunjukkan arahnya, posisi warungnya ternyata hanya sekitar 20 meter dari tempat kami bertanya pada ibu itu. Kalau warung ini sedang ramai, lokasinya mungkin akan lebih mudah ditemukan karena akan ada banyak mobil parkir di sekitar gangnya. Tapi hari itu hanya ada satu mobil, jadi saya masih ragu.

Berdasarkan pengalaman ini, saya ingin menulis ulang petunjuk arah ke Mangut Lele Mbah Marto versi saya:
1. Dari perempatan ringroad Jl. Parangtritis silakan menuju ke selatan/Pantai Parangtritis.
2. Jika sudah melewati Institut Seni Indonesia (ISI) di kanan jalan, maka pelankan kendaraan Anda.
3. Tidak jauh setelah ISI, terdapat Kantor Pos di kiri jalan dan Anda harus masuk gang di seberangnya (belok kanan).
4. Tidak jauh dari mulut gang, Anda akan menemukan jalan menikung ke kanan. Beberapa meter dari tikungan, terdapat gang di sebelah kiri, Anda bisa berbelok ke kiri dan akan langsung melihat Masjid Baitussalam.
5. Anda bisa lurus ke arah masjid ataupun berbelok ke kiri. Jika lurus, Anda bisa langsung melihat mobil-mobil yang parkir (jika ada). Mangut Lele Mbah Marto ada di gang kecil di seberang Anda. Hanya ada papan kecil di depan warungnya. Jika berbelok ke kiri, silakan belok kanan pada pertigaan pertama. Jalan lurus sedikit dan Mangut Lele Mbah Marto ada di gang kecil di sebelah kiri Anda.
6. Jika sudah sampai, silakan masuk dan langsung menuju ke ruangan paling belakang, ke dapur. Anda bisa mengambil nasi dan lauk yang sudah disediakan.

Gang kecil inilah yang tidak saya ketahui sebelumnya. Lumayan bikin bingung deh. Oya, untuk rasa mangut lelenya, enaaak alhamdulillah walaupun tidak seperti masakan di kampung Nenek saya. Daging lelenya banyak, kuahnya merah pedas dan saya agak menyesal karena tidak mengambil nasi cukup banyak. Haha. Saya mengambil seporsi nasi, mangut lele, krecek dan segelas es jeruk. Mas saya mengambil seporsi nasi, mangut lele, gudeg dan segelas es jeruk. Totalnya Rp. 35.000,00. Saya ingin makan di sana lagi dan tentu saja dengan porsi nasi yang lebih banyak. Haha.

September 15, 2013

Mie Ayam | Bakso Tangkar



One of my favorites. Mie ayam yang lezat menurut saya adalah mie ayam yang memang lezat tanpa harus ditambah dengan kecap dan sambal. Apalagi penyedap (BIG NO NO). Lokasi Bakso Tangkar ini di selatan Bangjo Dongkelan, di seberang BRI Unit Niten. Dari depan, yang tampak hanya dua papan kusam dengan tulisan Bakso Soto Daging Sapi dan Es Teler. Tapi di dalam, ada papan identitas Bakso Tangkar berwarna hitam dan merah. Seporsi mie ayam harganya Rp. 7.000,00 saja. :)