Showing posts with label School. Show all posts
Showing posts with label School. Show all posts

July 17, 2014

Postgraduate Study di Inggris

Berawal dari kebingungan saya akan beberapa istilah dari macam-macam program postgraduate atau pascasarjana di Inggris, akhirnya saya menemukan sebuah artikel yang bagus dan memberikan gambaran yang cukup lengkap. Berikut ini sedikit rangkuman dari artikel tersebut, tautannya akan saya sertakan di akhir tulisan ini. Selamat membaca. :-)

A. Taught Courses
1. Postgraduate Certificate (PgCert), contoh: Economics and Finance PgCert, Brighton Business School, University of Brighton. Waktu studi kurang lebih 9 bulan untuk full time dan 2 tahun untuk part time.
2. Postgraduate Diploma (PgDip), contoh: Economics for Natural Resource and Environmental Management PgDip, Cranfield University. Waktu studi kurang lebih 8-12 bulan untuk full time dan 1-3 tahun untuk part time.
3. Master of Arts (MA), contoh: Global Development and Political Economy of International Resources MA, Faculty of Education, Social Sciences and Law, University of Leeds. Waktu studi kurang lebih 12 bulan untuk full time dan 2 tahun untuk part time.
4. Master of Science (MSc), contoh: Economics and Financial Economics MSc, University of Nottingham. Waktu studi kurang lebih 12-15 bulan untuk full time dan 2 tahun untuk part time.
5. Master of Laws (LLM), contoh: International Finance Regulation and Corporate Law LLM, Brunel University. Waktu studi kurang lebih 12-15 bulan untuk full time dan 24-27 bulan untuk part time.
6. Master of Business Administration, contoh: Islamic and Finance Banking MBA, University of East London. Waktu studi kurang lebih 12-14 bulan untuk full time dan 14 bulan-5 tahun untuk part time.

B. Research Degrees
1. Master of Philosophy (MPhil), contoh: Work, Employment and Globalisation MPhil, Cardiff University. Waktu studi kurang lebih 12-24 bulan untuk full time dan 2-4 tahun untuk part time.
2. Master of Research (MRes), contoh: Economics Mres, School of Economics and Finance, Queen Mary, University of London. Waktu studi kurang lebih 1 tahun untuk full time.
3. Doctorate of Philosophy ( DPhil atau PhD), contoh: International Development PhD, School of Social and Political Science, University of Edinburgh. Waktu studi 3-6 tahun untuk full time dan 5-6 tahun untuk part time.

Sumber:
http://www.indonesianembassy.org.uk/education/05_Mengenal_dan_Memilih_Berbagai_Jenis_Postgraduate_Study_di_Inggris.pdf
http://www.postgraduatesearch.com/

June 26, 2014

Saya, LPDP dan IELTS

Saya mendaftar Beasiswa Pendidikan Indonesia di periode Juni 2014 lalu. Beasiswa ini lebih beken dengan sebutan beasiswa LPDP, LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) adalah badan layanan umum yang mengelola beasiswa ini. Singkat cerita, seminggu setelah batas akhir pengumpulan berkas, LPDP mengumumkan hasil seleksi administrasi dan saya dinyatakan lolos, alhamdulillah. Selanjutnya, saya berhak mengikuti seleksi wawancara dan LGD (Leaderless Group Discussion) pada tanggal 6 dan 7 Juni 2014 di Yogyakarta, sesuai lokasi wawancara yang saya pilih ketika mendaftar.

Jadwal seleksi LPDP memang sudah dicantumkan di websitenya, disebutkan bahwa seleksi wawancara dan LGD di Yogyakarta akan dilaksanakan pada tanggal 5 sampai 7 Juni 2014. Saya mengetahui hal ini sekitar beberapa minggu setelah saya mendaftarkan diri untuk ikut tes IELTS di IDP Semarang, saya mendaftar untuk tes di tanggal 7 Juni 2014, berbenturan dengan jadwal seleksi wawancara dan LGD. Maka dari itu, setelah mendapatkan email dari LPDP yang menyatakan bahwa saya lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti seleksi selanjutnya, saya segera mengirimkan email pemberitahuan bahwa saya tidak dapat mengikuti seleksi di tanggal 7 Juni 2014 dan mohon agar jadwal seleksi saya dapat disesuaikan. Saya tahu saya bukan satu-satunya pendaftar beasiswa yang harus diurusi oleh panita. Namun saya merasa bahwa saya harus mencoba untuk setidak-tidaknya bertanya apakah mungkin jika jadwal seleksi saya disesuaikan, karena setahu saya, tes IELTS yang sudah didaftarkan tidak dapat dibatalkan atau dijadwalkan ulang dalam jangka waktu hanya 3 minggu sebelum tes.

CSO LPDP menjawab email saya keesokan harinya, meminta saya untuk menyampaikan hal ini kepada panitia jika saya sudah menerima undangan resmi untuk seleksi wawancara dan LGD. Saya pun menuruti nasihat ini, tapi tidak ada email balasan sampai menjelang hari pelaksanaan seleksi. Telepon saya ke kantor LPDP pun tak diangkat. Akhirnya pada tanggal 6 Juni 2014 pagi, saya berangkat menuju lokasi seleksi dengan penuh keyakinan dan harapan bahwa semuanya dapat berjalan dengan lancar.

Hm, setelah jadwal diumumkan, saya mendapat giliran LGD di tanggal 6 Juni dan wawancara di tanggal 7 Juni. Sementara itu Mas saya mendapat jadwal sebaliknya, wawancara di tanggal 6 Juni dan LGD keesokan harinya. Kami berpikir bahwa ide terbaik untuk mengatasi hal ini adalah dengan menukar jadwal seleksi kami, sehingga saya dapat mengikuti seleksi wawancara dan LGD di tanggal 6 dan Mas di tanggal 7. Saya mencoba bicara dengan penanggungjawab seleksi namun saya belum dapat bertemu beliau. Akhirnya hal ini baru disampaikan oleh Mas ketika Mas mendapat giliran verifikasi berkas. Bapak penanggungjawab pun hadir dan menyampaikan bahwa jadwal tidak dapat ditukar seperti itu, jadwal dapat ditukar tapi harus pada kedua jadwal wawancara dan LGD, bukan hanya pada salah satunya.

Saya mencoba bertanya pada beberapa orang pelamar beasiswa di sana, tapi sebenarnya saya sangat pesimis, adakah yang bersedia menukarkan jadwal wawancara dan LGD di tanggal 6 dengan jadwal saya? Kemungkinan besar tidak. Karena semua pelamar beasiswa harus diverifikasi berkasnya di hari itu, tanggal 6 Juni 2014, maka mendapat jadwal wawancara dan LGD di tanggal 6 Juni 2014 tentu merupakan sebuah keberuntungan karena pelamar tidak perlu kembali lagi keesokan harinya.

Saya kembali menghampiri Bapak penanggungjawab dan menanyakan solusi lain. Beliau mengatakan bahwa saya harus mengikuti jadwal yang sudah ditentukan. Jika memungkinkan, saya dapat mengikuti seleksi wawancara setelah jadwal wawancara terakhir di tanggal 6 Juni 2014, dengan catatan jika para pewawancara berkenan. Saya mengiyakan tawaran tersebut, saya berniat akan menunggu sampai jadwal wawancara terakhir. Jika tidak, bisa-bisa saya kehilangan kesempatan tes IELTS di esok hari yang bernilai Rp. 2,250,000. Oh nooo!!!

Lalu, menjelang waktu shalat Ashar, saya mendapat giliran seleksi LGD, setelah itu berkas saya diverifikasi dan kemudian saya shalat Ashar. Menjelang Maghrib, saya menanyakan jadwal wawancara kelompok saya, masih ada beberapa orang (3 atau 4) yang belum diwawancara, tapi satu orang di antaranya tidak hadir. Beberapa saat kemudian, Bapak penanggungjawab lewat dan melihat saya. "Oh, Mbaknya masih di sini," beliau berucap. Beliau mengecek jadwal wawancara kepada seorang petugas lalu berujar kepada saya, "aman kok, Mbak." Saya hanya bisa tersenyum dan mengucapkan terima kasih.

Sebelum saya diwawancarai, saya masih sempat Shalat Maghrib. Ketika kembali ke ruang wawancara, ternyata saya langsung dipersilakan masuk. Wah, pas sekali. Wawancara berjalan kurang baik karena saya merasa bahwa saya tidak berhasil mengesankan para pewawancara. IPK pas-pasan dan kurang persiapan. Tapi sudahlah, the show must go on, saya masih harus memperjuangkan tes IELTS keesokan harinya. Setelah wawancara selesai, saya langsung menghubungi Hotel Olympic yang lokasinya hanya beberapa meter dari IELTS test venue di The Bright English. Saya booking kamar ekonomi seharga Rp. 100,000 (tarif weekend) dan menyampaikan bahwa saya akan tiba sekitar pukul 23.00, saat itu sekitar pukul 18.30. Lalu saya menghubungi travel DayTrans dan memesan kursi untuk keberangkatan ke Semarang pukul 20.00. Hanya ada satu kursi yang tersisa. Terima kasih Ya Allah. Saya segera membersihkan badan dan berkemas. Semangat!

Di perjalanan, saya hanya bertahan ngobrol dengan penumpang di samping saya sekitar 30 menit, setelah itu saya tertidur pulas sampai tiba di Kota Semarang. Supir mobil menurunkan saya di Tugu Pemuda, alhamdulillah masih ada satu taksi di sana. Saya pun tiba di hotel hampir pada pukul 00.00. Kamar Rp. 100,000 saya berukuran super mini, seperti lorong. Haha. Tidak masalah, saya memang hanya butuh tempat untuk beristirahat dan sarapan.

Cerita lengkap tentang IELTS mungkin akan saya tulis di post berikutnya. Mungkin. Hehe. :p

March 31, 2014

English Village? No, I prefer to call it Kampung Inggris. (March 10-23, 2014)

My Mas and I decided to take an IELTS course (or a preparation class for IELTS) in Kampung Inggris on the period of March 10, 2014. FYI, the courses usually begin at 10 and 25 every month. Yes, it lasts for only 2 weeks. Well, there are more than a hundred courses in Kampung Inggris including English, Arabic, Chinese etc. courses. So, how to choose where to study at? First, of course decide what is your purpose and what do you have to study about. After that, you can search what courses offer that and choose one.

We decided to take the course offered by Global English. The website was quite helpful. I applied online, transferred the required fee to their bank account and sent a confirmation via SMS. Easy, right? :)) Actually I planned to take a course for a month. But when I knew that all courses are only for 2 weeks (taking a course for a month means taking a course/courses twice), I decided to take the course for only a period, 2 weeks. Why? Because I just wanted to take one class, IELTS class. And somehow I just didn't want to repeat the same class. I also didn't want to take another class such as Speaking, Listening and Vocabulary classes etc. The fee was Rp. 500,000.00 for IELTS class (counted as 3 credits) and hostel for a period. Cheap? Yes you can say so. But, as we knew, ono rego ono rupo. Haha. The class was not well-equipped like the courses we might knew before. My class was a 4-sessions-per-day class, each session took 90 minutes, 7-10 am and 1-4 pm from Monday to Friday. We could freely study, take a stroll or travel to wherever on Saturday and Sunday.

These are some points about living in Kampung Inggris:
1. Bicycle. You can rent a bicycle if you want to, most students rent bicycle to go to their classes. The rental cost varies from Rp. 50,000.00 to Rp. 85,000.00 (not the precise range, hehe).
2. Eatery. Many. Low to middle priced. Oh, there are sooo many pentol sellers, you can find them almost everywhere. Haha. Want some recommendations for the eatery? :D
    a. Ketan Susu a.k.a. Tansu, near Daffodils. Rp. 2,500.00.
    b. An-Nur at Glagah St. near the bridge (you will know this bridge when you are already there). Rice and vegetable dishes cost around Rp. 3,500.00. :))
    c. Bali House 1  (after an alleyway across Saigon) & 2 (a.k.a. Roseville, also after an alleywall near Alaska), nice place and middle priced meal.
    d. Bu Tin, between Daffodils and Tansu. The roasted chicken is delicious, around Rp. 7,000.00.
    e. Wakapo. Quite good. Low priced.
Note: The meals are commonly cheap, but you may spend quite much on drinks/beverages. To save more, always bring your own fresh water to the class and eatery. :))

May 21, 2011

Step Up

Kapan nyusun?
(nyengir)
Kapan lulus?
(nyengir lebih lebar)

Bingung banget sebenernya. Mikirin kayak ginian kadang bener-bener bisa bikin mual. Mau bikin skripsi tentang apa? Apa yang musti disusun? Mata kuliah apa yang nilainya musti diperbaiki? Weleh weleh...pusing sekaleee.... Somebody please help me out! Huhuhu....