April 01, 2014

Bonus on English Village? No, I prefer to call it Kampung Inggris. (March 10-23, 2014)

Bali House - The Signage

 Bali House - The Alleyway In

Ketan Susu (Rp. 2,500.00) - Ada menu ketan bubuk dan ketan campur juga. :)

Alun-alun Pare - Sate O2 alias Sate Bekicot
Sate O2 yang saya maksud adalah sate yang dibungkus dengan kertas, harganya Rp. 12,000.00/bungkus. Saya hanya beli setengahnya karena nggak yakin bisa menghabiskannya (tapi habis kok ternyata haha).

Surowono - Terowongan
Tiket masuk Rp. 1,000.00 dan tarif pemandu (min. 10 orang) Rp. 1,000.00/orang. Surowono ini dekat kok, hanya sekitar 5 km dari Kampung Inggris.

Surowono - Sendang Drajat

Yap, kolam ini adalah Sendang Drajat.

Surowono - Candi
Tarif masuknya sukarela saja.



Bromo - Gunung Penanjakan
Saya berangkat ke Bromo bersama teman-teman. Jumlahnya 15 orang dan iurannya Rp. 120,000.00/orang untuk transportasi, wisata Bromo dan makan pagi. Murah meriah alhamdulillah. :))

March 31, 2014

English Village? No, I prefer to call it Kampung Inggris. (March 10-23, 2014)

My Mas and I decided to take an IELTS course (or a preparation class for IELTS) in Kampung Inggris on the period of March 10, 2014. FYI, the courses usually begin at 10 and 25 every month. Yes, it lasts for only 2 weeks. Well, there are more than a hundred courses in Kampung Inggris including English, Arabic, Chinese etc. courses. So, how to choose where to study at? First, of course decide what is your purpose and what do you have to study about. After that, you can search what courses offer that and choose one.

We decided to take the course offered by Global English. The website was quite helpful. I applied online, transferred the required fee to their bank account and sent a confirmation via SMS. Easy, right? :)) Actually I planned to take a course for a month. But when I knew that all courses are only for 2 weeks (taking a course for a month means taking a course/courses twice), I decided to take the course for only a period, 2 weeks. Why? Because I just wanted to take one class, IELTS class. And somehow I just didn't want to repeat the same class. I also didn't want to take another class such as Speaking, Listening and Vocabulary classes etc. The fee was Rp. 500,000.00 for IELTS class (counted as 3 credits) and hostel for a period. Cheap? Yes you can say so. But, as we knew, ono rego ono rupo. Haha. The class was not well-equipped like the courses we might knew before. My class was a 4-sessions-per-day class, each session took 90 minutes, 7-10 am and 1-4 pm from Monday to Friday. We could freely study, take a stroll or travel to wherever on Saturday and Sunday.

These are some points about living in Kampung Inggris:
1. Bicycle. You can rent a bicycle if you want to, most students rent bicycle to go to their classes. The rental cost varies from Rp. 50,000.00 to Rp. 85,000.00 (not the precise range, hehe).
2. Eatery. Many. Low to middle priced. Oh, there are sooo many pentol sellers, you can find them almost everywhere. Haha. Want some recommendations for the eatery? :D
    a. Ketan Susu a.k.a. Tansu, near Daffodils. Rp. 2,500.00.
    b. An-Nur at Glagah St. near the bridge (you will know this bridge when you are already there). Rice and vegetable dishes cost around Rp. 3,500.00. :))
    c. Bali House 1  (after an alleyway across Saigon) & 2 (a.k.a. Roseville, also after an alleywall near Alaska), nice place and middle priced meal.
    d. Bu Tin, between Daffodils and Tansu. The roasted chicken is delicious, around Rp. 7,000.00.
    e. Wakapo. Quite good. Low priced.
Note: The meals are commonly cheap, but you may spend quite much on drinks/beverages. To save more, always bring your own fresh water to the class and eatery. :))

January 25, 2014

Finding Leleland alias Mangut Lele Mbah Marto (Jan 22, 2014)

Sebelumnya saya sudah beberapa kali mendengar dan membaca tentang warung makan ini, disebut juga Gudeg Pawon. Memang ada menu gudeg dan semua menunya disediakan di pawon (dapur). Kenapa saya tertarik? Karena saya membaca bahwa mangut lele ini adalah lele yang sudah diasap lalu dimasak dengan santan. Hmm saya teringat masakan di kampung Nenek saya, ikan sungai diasap lalu dimasak dengan santan, subhanallah sedapnya. Lezat dan wangi.

Hari Rabu lalu, saya menyempatkan waktu untuk mencari warung makan ini (lagi). Sebelumnya saya sudah pernah mencoba mencari tapi gagal, hahaha. Ketika itu saya tidak mencoba bertanya pada penduduk sekitar. Kena deh, malu bertanya sesat di jalan. Saya berbekal petunjuk arah yang saya dapat dari blog CemalCemil dan Backpakology. Nah, kenapa saya menulis post tentang mangut lele ini? Karena ternyata pada pencarian saya yang kedua, saya tetap belum bisa menemukan warung ini. Haha. Akhirnya saya bertanya pada seorang ibu yang sedang berjalan ke arah kami. Beliau dengan baik hati menunjukkan arahnya, posisi warungnya ternyata hanya sekitar 20 meter dari tempat kami bertanya pada ibu itu. Kalau warung ini sedang ramai, lokasinya mungkin akan lebih mudah ditemukan karena akan ada banyak mobil parkir di sekitar gangnya. Tapi hari itu hanya ada satu mobil, jadi saya masih ragu.

Berdasarkan pengalaman ini, saya ingin menulis ulang petunjuk arah ke Mangut Lele Mbah Marto versi saya:
1. Dari perempatan ringroad Jl. Parangtritis silakan menuju ke selatan/Pantai Parangtritis.
2. Jika sudah melewati Institut Seni Indonesia (ISI) di kanan jalan, maka pelankan kendaraan Anda.
3. Tidak jauh setelah ISI, terdapat Kantor Pos di kiri jalan dan Anda harus masuk gang di seberangnya (belok kanan).
4. Tidak jauh dari mulut gang, Anda akan menemukan jalan menikung ke kanan. Beberapa meter dari tikungan, terdapat gang di sebelah kiri, Anda bisa berbelok ke kiri dan akan langsung melihat Masjid Baitussalam.
5. Anda bisa lurus ke arah masjid ataupun berbelok ke kiri. Jika lurus, Anda bisa langsung melihat mobil-mobil yang parkir (jika ada). Mangut Lele Mbah Marto ada di gang kecil di seberang Anda. Hanya ada papan kecil di depan warungnya. Jika berbelok ke kiri, silakan belok kanan pada pertigaan pertama. Jalan lurus sedikit dan Mangut Lele Mbah Marto ada di gang kecil di sebelah kiri Anda.
6. Jika sudah sampai, silakan masuk dan langsung menuju ke ruangan paling belakang, ke dapur. Anda bisa mengambil nasi dan lauk yang sudah disediakan.

Gang kecil inilah yang tidak saya ketahui sebelumnya. Lumayan bikin bingung deh. Oya, untuk rasa mangut lelenya, enaaak alhamdulillah walaupun tidak seperti masakan di kampung Nenek saya. Daging lelenya banyak, kuahnya merah pedas dan saya agak menyesal karena tidak mengambil nasi cukup banyak. Haha. Saya mengambil seporsi nasi, mangut lele, krecek dan segelas es jeruk. Mas saya mengambil seporsi nasi, mangut lele, gudeg dan segelas es jeruk. Totalnya Rp. 35.000,00. Saya ingin makan di sana lagi dan tentu saja dengan porsi nasi yang lebih banyak. Haha.

January 24, 2014

Kelayakan Transportasi - Akas Asri

Selasa sore tanggal 21 Januari 2014 lalu, saya berencana pulang dari Rogojampi, Banyuwangi ke Yogyakarta. Seperti sebelumnya, saya menunggu bis di pertigaan pohon beringin Rogojampi. Seingat saya, bis akan lewat beberapa kali di antara pukul 16.00-19.00 WIB. Saya mulai menunggu sekitar pukul 16.00, di "halte" pohon beringin sudah ada beberapa orang yang sama seperti saya, menunggu bis dengan tujuan Yogyakarta. Sekitar setengah jam menunggu, berhembus kabar bahwa hari ini hanya akan ada satu bis yang beroperasi karena supirnya libur. Sekitar pukul 18.00, seorang bapak datang dan membawa kabar bahwa bis akan tiba pukul 18.45. Bis satu-satunya pada hari ini. Sekitar pukul 19.00, bis pun tiba dan kami pun naik bis. Saya membayar Rp. 102.000,00 untuk satu orang dengan tujuan terakhir Yogyakarta.

Beberapa menit kemudian, keanehan mulai terjadi. Kursi penumpang sudah penuh tapi bis tetap mempersilakan penumpang baru untuk naik ke bis. Bangku-bangku plastik mulai digelar di lorong bis. Seingat saya lorong bis penuh dengan penumpang yang duduk di bangku plastik. Saya tidak tahu mereka harus bayar berapa, sama seperti saya yang duduk di kursi normal atau kurang dari itu.

Bis ini adalah bis yang menempuh perjalanan menengah-panjang. Dari Rogojampi ke Yogyakarta butuh waktu 13,5 jam. Dan sebagian besar penumpang memang menempuh perjalanan hingga akhir untuk sampai ke tujuan mereka masing-masing. Hari itu, dengan hati dongkol, saya menyimpulkan bahwa bis ini adalah bis sombong (setahu saya hanya ada dua "merek" bis yang melayani rute ini) dan tidak layak. Penumpang harus menyerah pada keadaan karena pilihan mereka sangat terbatas. Sampai kapan pemerintah akan membiarkan rakyatnya terpaksa menyerah seperti itu?

December 27, 2013

Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui

Sejak bertahun-tahun yang lalu, saya sangat ingin ke Bali. Saya sering berpikir, kapan ya saya bisa ke Bali, kesempatan seperti apa ya yang bisa membawa saya ke Bali. Dan (sepertinya) sekitar 3 tahun lalu, saya bisa ke Bali karena sebuah kesempatan bagus datang menghampiri saya. Seorang teman menawarkan ikut acara trip kampusnya ke Bali. Saya hanya perlu bayar (sepertinya) Rp. 600,000,00 karena mereka butuh orang untuk memenuhi kuota bisnya. Iyalah, daripada seatnya kosong, panitia bisa nombok. Dan berangkatlah saya dengan riang gembira. Haha. Acara kunjungannya hanya sehari di Surabaya, selain itu wisata di Bali, saya ingat sekali ketika kami berkunjung ke tempat Pocari Sweat. Their office is sooo cool. Nice and colorful.

Oke selanjutnya Malang, Bandung, Malaysia dan Singapura. Perasaan saya terhadap tempat-tempat ini sama seperti perasaan saya terhadap Bali. Saya sudah pernah ke Bandung sih, tapi sudah lama dan saya rasa saat itu saya masih terlalu muda untuk bisa mengingat Bandung. Singkat cerita, saya bisa ke Malang karena ikut acara piknik biro di kampus tempat saya magang. Begitu juga Bandung, saya bisa ke sana dalam rangka acara piknik di tahun berikutnya. Malaysia dan Singapura, saya ingin mencicip kota yang teratur. Itu yang utama.

Alhamdulillah. Saya hanya punya keinginan yang sederhana yang sering saya pikirkan dan Allah menjawabnya. Saya hanya perlu menunggu. Semoga segera untuk Karimunjawa, Bali (lagi), Inggris, Venesia, Perancis, Ambon, Bunaken, Wakatobi, Raja Ampat, Maladewa daaan lainnya. Amin Ya Rabb. Sami'allahu li man hamidahu. Yang saya paham dari kalimat tersebut adalah, Allah mendengar (orang) yang memuji-Nya.